Sunday, September 30, 2018

Published September 30, 2018 by with 1 comment

21.00


Malam ini tak seperti malam lainnya, biasanya saat ini aku sudah berada di kamar kosku, bersantai di kasur sambil bermain HP atau hanya sekedar nonton drama sambil minum kopi.
tapi malam ini aku ada disini !
yap,, aku ada di kereta arah serpong tepatnya di gerbong paling depan bersama kedua temanku yang tak usah kusebut namanya, kami berbincang layaknya teman pada umumnya, berbicara mengenai hari ini dan apa rencana di hari esok. Lancar saja pada awalnya hingga kereta sampai di stasiun kebayoran dan banyak penumpang turun sehingga situasi gerbong sedikit sepi, kami yang berada di gerbong depan tak satupun yang berbicara, semuanya sibuk dengan dirinya masing-masing, mungkin lelah karena ini memang sudah waktunya untuk manusia pada umumnya beristirahat, sehingga yang terdengar hanya ada keheningan bersama suara gesekan rel dan roda kereta yang saling menyambut, hingga pada akhirnya sesuatu datang untuk memecah keheningan itu.
"Brakkkkk" terdengan suara hantaman yang begitu keras dari arah depan yang membuat keretapun ikut berguncang, untung saja tak terjadi apa-apa dengan keretanya meskipun setelahnya kereta berjalan sangat lamban hingga pemberhentian berikutnya, hal ini menimbulkan rasa penasaran semua dari kami, lalu ada seorang ibu yang mencoba melihat keluar untuk memastikan apa yang terjadi, ibu itu adalah orang paling diam di gerbong ini, saking pendiamnya bahkan aku tidak sadar sejak kapan dia ada disitu,  setelah memastikan keluar, dengan wajah datarnya dia hanya berkata "Oh, TPU Tanah Kusir" sontak itu membuatku tercengang dengan apa yang dikatakannya, aku melihat keluar karena sedikit tak percaya dan benar saja itu adalah kuburan yang luas dan tidak kulihat sesuatu apapun dan disisi sebelahnya aku hanya melihat lahan kosong dengan banyak rumput liar, kuarahkan lagi pandanganku pada ibu itu dan bertanya "ko ibu seperti biasa saja?" dan dengan senyum dia menjawab "memang dia suka bermain di rel ini" aku semakin tak mengerti dengan ucapannya, "maksud ibu ?" sebelum pertanyaan itu terjawab kereta telah tiba di stasiun tujuanku, seluruh tubuhku dingin dan tanganku berkeringat, fikiranku terus dibayangi dengan pertanyaan,
apa sebenarnya yang menghantam kereta yang ku naiki ?
Mengapa ibu itu hanya tersenyum?
Dan kapan ibu itu masuk kedalam kereta? 
Mengapa kedua temanku tidak ikut bicara? :)
      edit

1 comment: